Aliansi Rakyat Malang Melawan Kebijakan & Tindasan Fasis Rezim Jokowi-JK

Melawan Kebijakan & Tindasan Fasis Rezim Jokowi-JK

 

Salam Perjuangan untuk Rakyat Seluruh Bumi Manusia!!!

1 Mei 1988, tanpa kenal menyerah dan penuh perjuangan sampai menelan korban jiwa, sekitar 200.000 buruh di Amerika melakukan perjuangan yang signifikan terhadap perbaikan nasib buruh di dunia. Di bawah represifitas aparatur negara borjuis, mereka berhasil membuat kelompok borjuis memenuhi tuntutan untuk memperpendek jam kerja buruh menjadi 8 jam perhari. Sebelumnya, mereka dipaksa bekerja di bawah kondisi kerja yang buruk dan upah yang murah selama 12 sampai 18 jam perhari.

Para buruh dieksploitasi habis-habisan demi logika efisiensi perusahaan kelompok borjuis sehingga teralienasi secara sosial dan secara individual dari kemanusiaannya sendiri. Dengan kemenangan atas jam kerja ini, para buruh bisa mempunyai waktu lebih untuk mengembangkan kreativitasnya sebagai manusia, melakukan aktivitas sosial dan individual lainnya.

Hingga kini, 1 Mei terus diperingati sebagai hari buruh sedunia. Namun demikian, bukan berarti penindasan kapitalisme berakhir. Diterapkannya upah murah, masih banyaknya kondisi kerja yang buruh, tidak diberikannya hak-hak perkeja perempuan, serta tiadanya demokratisasi alat produksi membuat rezim terus menerus memproduksi kebijakan yang tidak pro buruh. Orientasi pembangunan melalui investasi membuat pembangunan infrastruktur dilakukan secara ekstensif dan intensif sehingga membuat rakyat tergusur di tanah airnya sendiri, menjadi korban proletarianisasi, dan membuat kerusakan lingkungan semakin parah dari waktu ke waktu.

Dalam kondisi itu, Hari Buruh se-Dunia menjadi momen perjuangan seluruh rakyat tertindas di Bumi Manusia. Apalagi, Rakyat Indonesia telah dicengkram begitu kuat oleh imperialis Amerika Serikat. Hal itu terlihat ketika Rezim Jokowi-JK tak henti-hentinya mengistiqomahkan kebijakan yang memperparah perampasan tanah secara lebih sistematis melalui program “Reforma Agraria (Palsu)nya” yang berisi program bagi-bagi sertifikat dan perhutanan sosial, bukan perombakan struktur penguasaan dan pemilikan tanah.

Atas penindasan yang nyata ini, kami Front Perjuangan Rakyat (AGRA, FMN, GSMI, SERUNI, KABAR BUMI, PEMBARU, LMND Pusat), SPBI Malang, LMND Malang, AMP Malang, Resister Indonesia, Women March, UAPM INOVASI, LPM Siar, KAMMI UIN, HMI Psikologi UMM, MCW, Intrans Institute, HMI Tarbiyah UIN, FNKSDA Malang, Kristen Hijau, AJI Malang, GMKI, HMI Unisma, LBH Malang, GMNI UM, HMI Bahasa UIN, HMI UM, HMI Medis UMM, bersatu dalam Aliansi Rakyat Malang menggalang seluruh rakyat untuk bersatu, bersama-sama turun ke jalan, saling menjaga dan saling menguatkan. Mengepalkan tangan dan melantangkan suara untuk melawan kebijakan fasis Rezim Jokowi-JK yang merupakan boneka imperialis Amerika Serikat.

Kami menuntut kepada Rezim Jokowi-JK untuk:

  • Wujudkan demokratisasi serta lindungi kebebasan berserikat, berekspresi dan berpendapat.
  • Wujudkan kesejahteraan buruh, hentikan kebijakan upah murah, hapus sistem kontrak, outsourcing, dan PHK sepihak, ciptakan regulasi yang melindungi buruh sektor non formal.
  • Wujudkan Reforma Agraria Sejati.
  • Wujudkan situasi lingkungan kerja ramah perempuan dan penyandang disabilitas, dan ciptakan regulasi yang menjamin kemananan dari potensi kekerasan.
  • Hentikan kriminalisasi, penangkapan, intimidasi, teror dan penghilangan paksa rakyat yang memprotes kebijakan tidak pro rakyat .
  • Wujudkan pendidikan murah bagi seluruh anak generasi penerus bangsa Indonesia.
  • Wujudkan Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Tolak agresi militer dalam rana sipil, intervensi imperialis Amerika Serikat dan sekutuhnya.

 

 

 

–Aliansi Rakyat Malang–

0 Shares

Tinggalkan Balasan