Mengenang Reformasi sebagai Proyek Gagal

Oleh : Haris Samsuddin (Peneliti Intrans Institute) Quo Vadis Reformasi: Sebuah Refleksi Tak terasa perjalanan reformasi kini sudah memasuki usianya yang ke-19 tahun. Ibarat manusia, ia tentu sudah memasuki masa […]

Membongkar Neo-Imperialisme, Menyelamatkan NGO

In’amul Mushoffa (Deputi Direktur Intrans Institute)   “Dalam kenyataannya, organisasi non pemerintah bukanlah non pemerintah. Mereka menerima dana dari pemerintah-pemerintah berbagai negara di seberang lautan, atau mereka bekerja sebagai sub […]

Pengkhianatan Intelektual Di Balik Ketimpangan Pembangunan*

Oleh: In’amul Mushoffa & Haris Samsuddin (Peneliti Intrans Institute)   “Berdiam diri melihat kesalahan dan keruntuhan masyarakat atau negara berarti mengkhianat kepada dasar kemanusiaan, yang seharusnya menjadi pedoman hidup bagi […]

Tak Asal Melawan: Belajar dari Gerakan Politik Rakyat Bekasi

Hanya harus diingat, bila suatu pemerintahan memperoleh kekuasaan melalui pemilihan umum, baik yang palsu atau legal konstitusional, maka pecahnya perang gerilya tak dapat ditimbulkan. Karena, kemungkinan dari perjuangan secara damai […]

Jalan Lain Demokratisasi*

Oleh: In’amul Mushoffa[2]   Pada tahun 1999, Anthony Giddens dalam bukunya The Runway World memperkenalkan konsep memperdalam demokrasi (deepening democracy). Menurutnya, diperlukan demokratisasi bagi negara-negara berkembang dengan mendorong partisipasi warga […]

Peran Civil Society dalam Proses Konsolidasi Demokrasi

oleh Haris Samsuddin[1]   Dalam sebuah negara demokratis, civil society merupakan penyangga utama tegaknya demokrasi. Kehadirannya (civil society) ibarat oksigen, yang tanpanya demokrasi tak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. […]