Catatan Pintu Masuk, Neraka dalam Pandangan Musafir, Pabrik Bahasa (Sajak-sajak A. Musawir)

20 November 2017

Catatan Pintu Masuk I “Nak, untuk melawan segerombolan penindas, kau harus berani bergerak! Membaur dalam barisan orang-orang baik yang sadar akan hukum dan gerakan!” Lampu hijau dari kata-kata seorang guru Menyala di dadaku   Sekawanan pendusta membolak-balik meja keadilan Demi mengesahkan butir-butir kejahatannya Pasal dan ayat-ayatnya terbungkus rapi Seperti paket delivery order Siap dihantarkan pada […]

Read More

Banyak Ruang di Kepala, Sedikit Untuk Akal Sehat

15 November 2017

Cerpen Oleh: Alfian Putra Abdi[i] Sudah cukup aku duduk selama empat stasiun terakhir. Ketika nanti kereta berhenti di Stasiun Lenteng Agung, aku akan bebaskan tempat ini menemukan “tuan”-nya sendiri. Di depanku berdiri bapak-bapak tambun, mas-mas pulang kerja, ABG tanggung, dan ibu tua renta. Aku tidak akan memilih seseorang dari mereka untuk mengisinya. Tapi kalau boleh […]

Read More

Kekasih, Beri Aku Makna, Romansa Petualangan (Sajak-sajak A. Musawir)

13 November 2017

Kekasih I Terbilang rindu Pada gitar yang menjadikannya musik Pada kata-kata yang menjadikannya lagu Pada imaji yang menjadikannya endapan Kenangan dalam hati Harmoni terbilang   Catatan ini amat melankolis Tentang yang telah lalu Yang tak ku biarkan berlalu Sebab waktu adalah pelajaran Sebab sejarah adalah empu   II Duhai Kekasih! Aku merasakan kehadiran-Mu Seperti merasakan […]

Read More

Launching dan Diseminasi Jurnal Transisi XIII

10 November 2017

8 November 2017, Intrans Institute mengadakan Launching dan Diseminasi Jurnal Transisi Vol. XIII “Penguasaan Sumber Daya Alam dalam Cengkeraman Oligarki dan Rezim Neoliberalisme”. Agenda yang dilaksanakan di Wisma Kalimetro ini dihadiri oleh segenap aktivis, mahasiswa, dan publik lainnya. “Jurnal ini adalah bagian dari counter discourse dari maraknya wacana pembangunan infrastruktur yang banyak mengorbankan masyarakat, dan […]

Read More

KH. Setyo Novanto, Tenggelam di Cangkir Kopi Santri

2 November 2017

Oleh: Santri mBeling   Kedai kopi Mbak Mut yang berada di belakang pesantren masih terlihat lengang. Maklum, pagi masih berselimut dingin dan mentari masih bercadar embun. Hanya ada empat orang santri yang nongkrong di sana. Seolah mereka pelanggan setia yang ingin mendapat tuahnya seduhan kopi pertama dari tangan Mbak Mut yang legendaris itu. Betul, bagi […]

Read More

Wajah-Wajah, Koruptor, Latar Depan Istana (Sajak-sajak A Musawir)

30 Oktober 2017

Wajah-Wajah __Jutaan wajah melamar jadi bulatan jam kerja__ “Itu sudah lumrah, pemandangan sehari-hari di kota kami” Ungkap salah seorang gerombolan di sebuah Cafeteria Jutaan bayi lahir dari kerutan wajah sejarah Sebagaimana ajal jutaan lansia yang telah udzur Wajah-wajah riang Wajah-wajah murung Wajah-wajah tumbuh sifat Tangan waktu mengusapnya dengan kasih Aku jadi ingin berkaca Dan entah […]

Read More

Perjuangan, Pembebasan, dan Pertaruhan (Sajak-sajak A. Musawwir)*

16 Oktober 2017

Perjuangan Seperti perawan Tubuhnya terjaga dari yang haram Tak terjamah oleh birahi Oleh nafsu dan kepentingan Darah yang mengalir di dadanya Adalah cinta dan keberanian Menggempur benteng lawan Baginya ketidakadilan dan penindasan Adalah musuh, pendzalim yang nyata   Di setiap tangis Di setiap luka kaum papa Gerakan ialah kepastian Kebersamaan sebagai penandanya   Perjuangan dan […]

Read More

Gerakan Feminis dan Perjuangan Kesetaraan Asimetris

19 Agustus 2017

Oleh: Maryam Jameela (Mahasiswi Psikologi UIN Malang, Pegiat FLAC Malang) Tanggapan atas Penindasan Berlapis dan Gerakan Perempuan Ekspansi gerakan feminis dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Namun sampai hari ini, feminisme masih memancing prasangka yang tiada henti dari sebagian punggawa gerakan sosial. Feminisme dianggap kontradiktif karena mengusung ‘ide kesetaraan gender’, dimana hanya […]

Read More

Penindasan Berlapis dan Gerakan Perempuan*

13 Agustus 2017

Oleh : Muntaha Mansur (Pegiat Komunitas Kalimetro, Santri FNKSDA Malang, Asred Terakota.Id) Dunia kita hari ini, khususnya Negara-Bangsa yang bernama Indonesia, sedang mementaskan lakon yang hanya menonjolkan pembangunan, pertumbuhan dan kemajuan. Ibaratnya, seluruh rakyat digiring masuk dalam sebuah gedung pementasan yang telah ditata sesuai dengan epos yang tengah mereka pentaskan. Lampu-lampu dimatikan, suara-suara dikedapkan, tembok-tembok […]

Read More