MUKADDIMAH

Di dunia ini, tak ada perubahan sosial yang berarti kecuali didasarkan pada pengetahuan. Ajaran nabi-nabi disebarluaskan melalui media kitab atau wahyu. Tokoh-tokoh revolusioner menyadarkan massa rakyat melalui pamflet-pamlet dan buku-buku. Para pejuang kemerdekaan juga mempromosikan gagasannya melalui media di zaman itu. Di hampir  semua sejarah perubahan sosial, kegiatan literasi berada pada posisi sentral. Sayangnya, seiring dengan makin masifnya ekspansi kapitalisme, media mainstream kini tak ubahnya seperti brosur korporasi. Gagasan perubahan yang berarti tak mendapat tempat seiring dengan menumpuknya sampah literasi.

Padahal, problem sosial di berbagai aspek menunggu diselesaikan. Pada aspek ekonomi, hegemoni dan dominasi modus produksi kapitalis telah menyebabkan krisis multidimensi. Pada aspek politik, neo-imperialisme, oligarki, politik dinasti, politik kartel masih menggejala di berbagai penjuru. Di sektor kebudayaan, krisis terjadi seiring menggejalanya mental hedonisme utilitarian dan individualisme. Belum lagi destruksi di bidang pendidikan, lingkungan, gender, dll.

Dalam kondisi itulah, Transisi.org hadir untuk melengkapi upaya mengembalikan fungsi media sebagai instrumen perubahan sosial untuk mewujudkan tananan sosial yang berketuhanan, berkemanusiaan, menjaga persatuan, berkerakyatan, dan berkadilan. Transisi.org berada di bawah naungan Intrans Institute, sebuah lembaga studi yang concern pada kerja-kerja riset, pelatihan, dan publikasi demi menopang kerja-kerja gerakan sosial progresif. Transisi.org menerima opini, artikel, cerpen, puisi, dan resensi. Tulisan dapat dikirim melalui email: intransinstitute@gmail.com.

Prinsip transisi.org dalam pemuatan konten tulisan adalah:

  • Anti kapitalisme;
  • Anti imperialisme;
  • Anti feodalisme;
  • Anti patriarkisme;
  • Anti sektarianisme; dan
  • Berorientasi pada keadilan sosial, kemanusiaan, kerakyatan; dan penghidupan berkelanjutan.

 

 

REDAKSI

In’amul Mushoffa

Abdul Hafidz Ahmad

Noer Fitriansyah

Tinggalkan Balasan