Ekspose Hasil Riset Intrans Institute di Radar Batu, 14 Februari 2017

Research Release: Pilkada Batu Krisis Legitimasi Rakyat dan Didominasi Pemilih Irasional

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Partisipasi rakyat dalam Pilkada merupakan legitimasi bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Tanpa partisipasi pemilu, pemimpin daerah terpilih tak akan punya legitimasi. Semakin maksimal partisipasi, maka akan semakin maksimal legitimasi. Sebaliknya, semakin minim partisipasi maka akan semakin minim legitimasi.

Intrans Institute menganalisis sejauh mana legitimasi rakyat terhadap Pilkada Kota Batu 2017 dengan cara melakukan riset terhadap: (1) Bagaimana kesadaran politik para pemilih; (2) Bagaimana kepercayaan politik para pemilih; (3) Apa pertimbangan para pemilih dalam menentukan pilihannya pada pencoblosan nanti.

Penelitian ini dilaksanakan pada 20 Januari-10 Februari 2017 dan dilakukan terhadap 100 responden masyarakat Kota Batu yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap yang dikeluarkan KPU Kota Batu. Proporsi responden antara laki-laki dan perempuan dibagi secara seimbang, meliputi Kecamatan Bumiaji, Kecamatan Batu, dan Kecamatan Junrejo.

Definisi Operasional

Kesadaran politik adalah kesadaran tentang pentingnya mekanisme pemilu untuk memilih kepala daerah dan wakilnya. Bentuk pertanyaan untuk mengetahui kesadaran politik responden adalah: “Bagi Anda, apakah Pilkada Kota Batu penting bagi masa depan Kota Batu?Jawaban dari pertanyaan ini kami klasifikasi menjadi dua jenis, yaitu kesadaran politik kritis dan kesadaran politik apatis. Kesadaran politik kritis adalah kesadaran bahwa Pilkada Kota Batu adalah penting adanya. Sedangkan kesadaran politik apatis adalah kesadaran bahwa Pilkada Kota Batu tidaklah penting.

Kepercayaan politik adalah kepercayaan masyarakat Kota Batu bahwa Pilkada Kota Batu 2017 akan menghasilkan dampak positif bagi masa depan mereka. Pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah: “Menurut Anda, apakah Pilkada Kota Batu 2017 akan membawa perubahan positif bagi Kota Batu lima tahun mendatang?”

Pertimbangan pemilih ditanyakan untuk mengetahui apakah alasan calon pemilih dalam memilih para paslon. Jawaban dari pertanyaan ini kami klasifikasi menjadi dua: rasional dan irasional. Kategori rasional adalah pertimbangan pemilih yang didasarkan pada track record para paslon, visi-misi atau program yang ditawarkan para paslon, integritas para paslon, kapasitas para paslon, dan lain-lain. Sedangkan kategori irasional adalah pertimbangan pemilih yang tidak didasarkan pada pertimbangan rasional, seperti kesamaan identitas, kesamaan golongan, kedekatan emosional, dan sejenisnya.

 

HASIL PENELITIAN

“KESADARAN DAN KEPERCAYAAN POLITIK MASYARAKAT

DALAM PILKADA KOTA BATU 2017 SERTA PERTIMBANGAN PEMILIH”

 Press Releas Riset Pilkada Batu 2017 (2)

(Klik gambar untuk memperbesar)

Keterangan:

Penelitian dilakukan terhadap 100 responden yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap yang dilansir oleh KPU Kota Batu 2017 yang terdiri dari 50 laki-laki dan 50 perempuan di tiga wilayah: Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji, Kecamatan Junrejo

 

Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa:

  1. Sebagian besar (68 %) masyarakat Kota Batu memiliki kesadaran politik yang memadai.

Mereka sadar, bahwa demokrasi dan pemilihan umum untuk memilih pemimpin penting untuk diselenggarakan. Sebab bagaimana pun juga, pemilu merupakan pintu pertama untuk membuat penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan kehendak dan kepentingan rakyat.

  1. Sebagian besar (62 %) masyarakat Kota Batu tidak percaya bahwa Pilkada Kota Batu 2017 akan memberikan dampak perubahan positif.

Meski memiliki kesadaran politik yang tinggi, hal itu ternyata tak otomatis masyarakat Batu memiliki kepercayaan politik yang tinggi terhadap Pilkada 2017. Berdasarkan alasan-alasan yang dikemukakan, rendahnya kepercayaan politik ini disebabkan karena Pilkada Batu yang sejauh ini sudah diselenggarakan dua kali sejak tahun 2007—dalam penilaian mereka—belum berhasil meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, Pilkada selama ini hanya menjadi ajang politik uang dan kecurangan-kecurangan lainnya.

  1. Sebagian besar calon pemilih (71%) tidak memiliki alasan yang rasional dalam menentukan pilihannya pada Pilkada Kota Batu 2017.

Hanya sebagian kecil (29 %) dari calon pemilih (yang memutuskan untuk berpartisipasi dalam pencoblosan) yang menetapkan pilihannya berdasarkan alasan-alasan rasional seperti program para paslon, kapasitas para paslon, integritas para paslon dan sejenisnya. Penyebab sedikitnya pemilih dengan alasan rasional ini—sebagian besar—disebabkan karena para pemilih mayoritas tidak mengenal secara mendalam (program, visi misi, latar belakang, dll) para paslon. Selain itu, mereka juga menilai bahwa Pilkada Kota Batu 2017 minim sosialisasi. Tidak sedikit pula para pemilih yang memutuskan pilihannya berdasarkan pertimbangan pragmatis.

 

Rekomendasi

Berdasarkan temuan itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak:

  1. KPU Kota Batu dan Partai Politik ke depannya harus lebih maksimal dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan politik warga.
  2. Partai Politik perlu membenahi pola seleksi bakal calon peserta pilkada secara transparan, akuntabel, dan partisipatif, tidak hanya ditentukan oleh elit-elit partai saja.
  3. Demi keberlanjutkan demokrasi di Kota Batu, siapapun Paslon yang terpilih harus benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batu secara merata. Hal ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat Kota Batu terhadap penyelenggaraan dan institusi pemerintahan daerah Kota Batu.
  4. Perlu ada kesadaran berbagai pihak dalam meningkatkan demokrasi di Batu dengan beberapa cara: (1) Mengupayakan pendidikan politik bagi masyarakat Kota Batu secara memadai; (2) Meningkatkan kapasitas kontrol masyarakat Kota Batu terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
  5. Menghimbau kepada masyarakat Kota Batu selaku pemilik hak suara agar memilih paslon yang ada secara bijak, bukan karena faktor iming-iming uang, mobilisasi elit, ataupun bentuk-bentuk dorongan irasional lainnya.

 

Dirilis di Batu, 13 Februari 2017

Tim Riset Pilkada Kota Batu 2017

INTRANS INSTITUTE

CP: Novrianus Bunga (082337750922)

0 Shares

One thought on “Research Release: Pilkada Batu Krisis Legitimasi Rakyat dan Didominasi Pemilih Irasional

Tinggalkan Balasan